Thursday, December 13, 2012

Ciri-ciri dan Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)

Ciri-ciri dan gejala demam berdarah - Pada musim penghujan seperti saat ini merupakan awal dari munculnya banyak kasus demam berdarah di masyarakat. Penyebab demam berdarah adalah virus dengue yang disebarkan ke manusia melalui nyamuk aedes aegepti. Meskipun gejalanya kadang remeh, tetapi penyakit demam berdarah ini merupakan penyakit yang mematikan karena dapat menimbulkan gejala shock akibat perdarahan di dalam tubuh. Demam merupakan gejala yang umum terjadi pada demam berdarah, tetapi ciri-ciri demam berdarah bukan hanya itu. Nah simak penjelasan mengenai gejala dan ciri-ciri demam berdarah (dbd) berikut ini.


Gejala Demam Bedarah Dengue (DBD)


Demam
Demam merupakan gejala demam berdarah (dbd) yang paling banyak diketahui. Demam pada demam berdarah biasanya berlangsung 2 sampai 7 hari dengan panas badan berkisar 39-40 derajat selsius. Biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lab darah pada hari ketiga demam, atau jika kecurigaan besar ke arah demam berdarah. Demam yang terjadi menyerupai pelana kuda, yaitu meningkat sampai hari ketiga selanjutnya turun dan kemudian naik lagi pada hari berikutnya. Pada saat demam turun inilah merupakan periode yang kritis dan sangat perlu diawasi.

Nyeri pada seluruh badan
Nyeri ini seperti nyeri menusuk-nusuk, biasanya terjadi di daerah kepala, belakang bola mata, persendian dan sekitar tulang-tulang. Bersama dengan demam dan adanya bintik kemerahan merupakan gejala khas demam berdarah yang disebut dengan trias demam berdarah.

Bintik-bintik kemerahan di bawah kulit
Gejala ini tidak harus selalu ada. Biasanya gejala ini muncul karena terjadi perdarahan di bawah kulit akibat berkurangnya kadar trombosit di dalam tubuh. Trombosit merupakan salah satu komponen darah yang ikut terlibat dalam proses mencegah perdarahan. 

Pembesaran Hati
Gejala ini juga merupakan gejala yang jarang muncul. Pembesaran hati ini akan dirasakan seperti ada suatu yang keras di daerah perut kanan atas di bawah tulang iga. Pembesaran hati ini diduga diakibatkan oleh proses imun yang melibatkan hati atau proses degradasi darah yang melibatkan organ hati. Dokter menyebut pembesaran hati ini sebagai hepatomegali.

Penurunan Tekanan Darah Sampai Shok
Penurunan tekanan darah merupakan gejala lanjutan dari demam berdarah, yang menunjukkan perkembangan demam berdarah ke arah yang lebih buruk. Penurunan tekanan tekanan darah terjadi karena bocornya cairan di dalam tubuh (dehidrasi). Kebocoran ini terjadi karena berkurangnya trombosit dan faktor-faktor lainnya sehingga tubuh kekurangan cairan untuk melakukan fungsinya. Pada stadium ini harus dilakukan pemantauan ketat dan pemberian cairan yang memadai dan harus dilakukan di rumah sakit dibawah pengawasan dokter. Tekanan darah yang terus menurun akan mengakibatkan syok yang bisa berakhir pada kematian. Syok pada demam berdarah dikenal dengan nama Dengue Shock Syndrome, yang penanganannya sangat sulit dilakukan. Sehingga sebisa mungkin jangan menyepelekan demam berdarah walaupun gejalanya tidak kentara sekalipun.

Penurunan kadar Trombosit atau platelet
Trombosit atau platelet merupakan komponen darah yang fital yang berfungsi dalam pembekuan darah. Pada demam berdarah trombosit akan mengalami penurunan, biasanya dibawah 100.000. Nilai normalnya adalah 150.000-400.000, kalau ada gejala demam dengan penurunan trombosit ringan maka biasanya dokter akan mendiagnosisnya sebagai  demam dengue. Demam dengue dapat dirawat secara rawat jalan dan dilakukan pemeriksaan darah setiap hari untuk memantau perkembangannya dan mengantisipasi kemungkinan munculnya hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Jika trombosit nilainya dibawah 100,000 maka dokter akan menganjurkan untuk dilakukan rawat inap di rumah sakit. Trombosit biasanya akan mulai naik setelah hari 3 munculnya demam, tetapi hal ini tidak selalu terjadi seperti itu.

Perdarahan
Seperti diterangkan diatas, perdarahan termasuk dalam trias demam berdarah (tiga gejala khas demam berdarah). Perdarahan terjadi karena penurunan kadar trombosit dan faktor lain di dalam tubuh. Perdarahan disini bisa berupa: mimisan, gusi berdarah, muntah darah, perdarahan di bawah kulit (bintik-bintik merah di kulit), berak darah dan gejala perdarahan lainnya. Munculnya perdarahan ini biasanya merupakan tanda trombosit di dalam tubuh sudah menurun jumlahnya.

Itulah beberapa ciri-ciri dan gejala demam berdarah yang khas terjadi. Anda harus curiga demam berdarah jika mengalami gejala tersebut diatas. Sebagai tips agar kita lebih waspada, anda harus memeriksakan diri ke dokter jika: muncul demam, di sekitar tempat tinggal atau tempat beraktifitas ada orang yang terkena demam berdarah, dan beberapa gejala lainnya. Kalau anda mendapat gejala diatas sebaiknya anda meminta pada dokter untuk melakukan pemeriksaan lab darah.


Pada bayi dan anak-anak gejala demam berdarah biasanya tidak khas, dapat muncul sebagai gejala demam saja. Tetapi kita harus lebih waspada karena pada anak-anak gejalanya bisa sangat tiba-tiba berat tanpa kita sadari. Ciri-ciri demam berdarah pada anak biasanya demam, bertambah rewel atau bertambah lemas, nyeri di daerah perut, dan ada perdarahan. Kadang-kadang, gejala demam berdarah (dbd) juga agak sulit dibedakan dengan gejala tifus.

0 comments:

Post a Comment